Home General News Robot Masa Depan Berpotensi Diretas
Robot Masa Depan Berpotensi Diretas

Dr Nick Patterson mengatakan, penjahat cyber dapat dengan mudah melanggar pertahanan keamanan robot dan mengubahnya untuk melawan manusia.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (12/9/2017), peretasan robot pada zaman modern akan jauh lebih sederhana daripada mengakses perangkat seperti smartphone dan komputer. Hacker dapat melakukan hack ke robot atau perangkat robot dan memiliki kontrol penuh atas koneksi, senjata, kaki dan alat-alat terlampir lainnya seperti pada beberapa kasus pisau atau pengelasan perangkat, ungkap pakar teknologi dari Deakin University in Victoria, Australia.

Dr Patterson menambahkan bahwa robot seks akan menggunakan sistem operasi seperti yang dimiliki komputer modern atau ponsel di masa depan. Hal ini berarti sistem yang terhubung ke internet akan rentan terhadap peretasan.

Selama 10 tahun ke depan, android seks yang realistis akan menjadi lebih umum di masyarakat. Para ahli mengklaim bahwa robot seks realistis ini akan menghasilkan revolusi sosial dan teknologi di Inggris.

Tetapi, politisi dan masyarakat perlu memahami dan menerima robot dengan masalah etika jika ada masyarakat yang memiliki hubungan terhadap robot tersebut. Ini merupakan peringatan yang diberikan oleh Noel Sharkey, profesor kecerdasan buatan dan robotika di University of Sheffield, dan Dr Aimee van Wynsberghe, asisten profesor di bidang etika dan teknologi di Technical University of Delft di Belanda.

Para peneliti menyebutkan prediksi suram mengenai sisi gelap robot seks masa depan akan membuat kejahatan di dunia menjadi semakin bertambah. Hal tersebut akan membuat masyarakat akan terus bergulat dengan isu-isu seperti pemerkosaan dan pedofilia.

Terdapat sekira 5 pembuat robot seks di seluruh dunia dengan harga robot sekira 5.275 Dollar bahkan lebih dari 15.300 Dollar atau setara dengan Rp66 juta sampai lebih dari Rp202 juta. Tetapi sementara robot seks menjadi semakin realistis, para ilmuwan mengatakan bahwa bisa jadi 50 tahun ke depan robot dapat bergerak dan berbicara secara spontan seperti pasangan dan memiliki ekspresi wajah yang terlihat benar-benar manusiawi.

 

(ahl)


SUMBER

Riani Angel Agustin

OkezoneTechno

Dalam keterangan persnya, Senin (29/2/2016), pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah bersikap tegas. Menurutnya selama ini layanan over the top tak menghiraukan aturan hukum dan norma susila di Tanah Air.

“Maksud pemerintah ini bagus, kalau jelas bentuk badan usahanya di Tanah Air jadi jelas mereka harus patuh aturan hukum dan norma susila di Indonesia. Selain itu, mereka wajib bayar pajak seperti bentuk usaha di Tanah Air lainnya,” jelas Pratama.

Memang layanan OTT seperti Facebook banyak menimbulkan kecemburuan. Setidaknya dalam sebulan Facebook bisa meraup lebih dari Rp500 miliar, tanpa membayar pajak. Namun di luar masalah pajak, masalah keamanan dalam negeri juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Konten media sosial dan layanan OTT ini juga harus diperhatikan. Jangan sampai berlawanan dengan hukum dan norma susila di sini. Misalnya pornografi dan juga konten LGBT yang sedang ramai di Tanah Air,” terang chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Tumblr bahkan sudah mendapat peringatan untuk segera diblokir oleh pemerintah, karena banyaknya konten pornografi di sana. Masyarakat juga sedang diramaikan oleh kebijakan Facebook yang menghapus tulisan yang menentang LGBT bahkan Menhan Ryamizard Ryacudu sampai angkat bicara tentang bahaya LGBT.

“Kesulitan pemerintah menertibkan konten ini salah satunya juga karena adanya ratusan provider internet di Indonesia sehingga imbauan untuk memblokir konten tidak serta merta bisa langsung efektif,” terangnya.

 


DAILY CARTOON click to enlarge
ANDERTOONS.COM TECHNOLOGY CARTOONS