Home General News Hacker Rusia Curi Rp 135 M dari Jaringan ATM
Hacker Rusia Curi Rp 135 M dari Jaringan ATM

Aksi peretasan sekaligus pencurian ini berlangsung selama 18 bulan ke belakang. Dalam serangan ini, ada 18 bank yang menjadi target, dan 15 di antaranya adalah bank asal AS, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Selasa (12/12/2017).

Serangan ini menjebol sistem transfer antarbank untuk membajak perintah pembayaran. Kemudian rekening si hacker yang dipakai untuk menimbun hasil pencurian itu pun ditarik uangnya menggunakan ATM.

Serangan pertama yang ketahuan terjadi pada musim semi 2016, di mana MoneyTaker menyerang jaringan milik Star milik First Data, yang merupakan sistem jaringan transfer untuk ATM terbesar di AS. Mereka pun menyerang jaringan CRB AW di Rusia, dan mencuri dokumen dari sistem Fed Link milik OceanSystems, yang dipakai oleh 200 bank di AS.

Tak jelas siapa yang ada di balik MoneyTaker, karena mereka terus menerus mengganti alat dan metodenya untuk menjebol keamanan software. Merka pun sangat berhati-hati dalam menghapus jejaknya.

Peretasan semacam ini tak berdampak langsung kepada pemilik rekening, karena ini menyerang sistem transfer antarbank, bukan mengosongkan rekening milik perorangan. (asj/rou)


SUMBER

Anggoro Suryo Jati

DetikInet

Dalam keterangan persnya, Senin (29/2/2016), pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah bersikap tegas. Menurutnya selama ini layanan over the top tak menghiraukan aturan hukum dan norma susila di Tanah Air.

“Maksud pemerintah ini bagus, kalau jelas bentuk badan usahanya di Tanah Air jadi jelas mereka harus patuh aturan hukum dan norma susila di Indonesia. Selain itu, mereka wajib bayar pajak seperti bentuk usaha di Tanah Air lainnya,” jelas Pratama.

Memang layanan OTT seperti Facebook banyak menimbulkan kecemburuan. Setidaknya dalam sebulan Facebook bisa meraup lebih dari Rp500 miliar, tanpa membayar pajak. Namun di luar masalah pajak, masalah keamanan dalam negeri juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Konten media sosial dan layanan OTT ini juga harus diperhatikan. Jangan sampai berlawanan dengan hukum dan norma susila di sini. Misalnya pornografi dan juga konten LGBT yang sedang ramai di Tanah Air,” terang chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Tumblr bahkan sudah mendapat peringatan untuk segera diblokir oleh pemerintah, karena banyaknya konten pornografi di sana. Masyarakat juga sedang diramaikan oleh kebijakan Facebook yang menghapus tulisan yang menentang LGBT bahkan Menhan Ryamizard Ryacudu sampai angkat bicara tentang bahaya LGBT.

“Kesulitan pemerintah menertibkan konten ini salah satunya juga karena adanya ratusan provider internet di Indonesia sehingga imbauan untuk memblokir konten tidak serta merta bisa langsung efektif,” terangnya.

 


DAILY CARTOON click to enlarge
ANDERTOONS.COM TECHNOLOGY CARTOONS