Home General News Hacker 18 Tahun Ini Bobol Email Bos CIA
Hacker 18 Tahun Ini Bobol Email Bos CIA

Seperti detikINET kutip AFP, Sabtu (20/1/2018), Kane Gamble yang kini berusia 18 tahun, kembali diadili pekan ini di Pengadilan Kriminal Old Bailey, Inggris. Gamble telah mengakui 10 dakwaan pidana yang melanggar Undang-undang Penyalahgunaan Komputer, yang dijeratkan kepadanya.

Aksi peretasan terhadap para pejabat tinggi AS itu dilakukan antara Juni 2015 hingga Februari 2016, saat usianya masih 15-16 tahun. Dari kamarnya di Coalville, Inggris, Gamble berhasil 'menirukan' target-target yang diretasnya untuk mengumpulkan sejumlah informasi sangat rahasia dan sensitif.

"Kane Gamble mendapatkan akses pada akun komunikasi sejumlah pejabat tinggi intelijen AS dan pegawai pemerintahan AS. Dia juga mendapatkan akses ke jaringan agen intelijen dan penegak hukum AS," sebut jaksa John Lloyd-Jones dalam persidangan.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa Gamble mendirikan kelompok bernama Crackas With Attitude (CWA) yang memanfaatkan 'social engineering' untuk memanipulasi call centre dan help desk agar membocorkan informasi rahasia, yang kemudian dieksploitasi.

Social engineering merupakan manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social engineering biasanya dilakukan melalui telepon atau internet. Metode ini menjadi salah satu metode para hacker memperoleh informasi.

Dalam aksinya beberapa tahun lalu, Gamble berpura-pura menjadi Brennan saat menghubungi perusahaan telekomunikasi Verizon dan AOL di AS. Sejumlah dokumen sensitif dilaporkan didapatkan Gamble dari inbox email pribadi Brennan. Tidak hanya itu, Gamble juga berhasil mendapatkan informasi soal operasi intelijen dan militer di Iran dan Afghanistan.

"Tampaknya dia juga berhasil mengakses akun iCloud milik Brennan," sebut jaksa Lloyd-Jones. Gamble disebut menghubungi AOL dan meminta reset password hingga berhasil mengambil alih iPad milik istri Brennan.

Selain Brennan, Gamble juga menargetkan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Jeh Johnson. Dia menghubungi nomor Johnson dan meninggalkan pesan suara berbunyi 'Apakah saya menakutimu?'. Gamble juga berhasil menampilkan pesan berbunyi 'Saya memiliki kalian' pada layar televisi keluarga Johnson.

Target Gamble lainnya termasuk Avril Haines yang saat itu menjabat wakil penasihat keamanan nasional Presiden Barack Obama, kemudian penasihat senior untuk teknologi dan ilmiah John Holdren dan agen khusus FBI Amy Hess. Gamble mendapat akses tanpa izin kepada jaringan komputer Departemen Kehakiman AS dan mampu mengakses dokumen-dokumen persidangan, termasuk kasus tumpah minyak Deepwater. Dia dilaporkan memberikan sejumlah dokumen rahasia yang didapatnya kepada WikiLeaks.

Gamble ditangkap di rumahnya di Inggris, pada 9 Februari 2017, atas permintaan FBI. Gamble mengklaim aksinya bertujuan untuk mendukung Palestina dan karena AS banyak membunuh warga sipil tak bersalah. Saat ini Gamble tengah menunggu putusan. Belum diketahui kapan sidang putusan digelar. (jsn/rou)



SUMBER

Novi Christiastuti

DetikInet

Dalam keterangan persnya, Senin (29/2/2016), pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah bersikap tegas. Menurutnya selama ini layanan over the top tak menghiraukan aturan hukum dan norma susila di Tanah Air.

“Maksud pemerintah ini bagus, kalau jelas bentuk badan usahanya di Tanah Air jadi jelas mereka harus patuh aturan hukum dan norma susila di Indonesia. Selain itu, mereka wajib bayar pajak seperti bentuk usaha di Tanah Air lainnya,” jelas Pratama.

Memang layanan OTT seperti Facebook banyak menimbulkan kecemburuan. Setidaknya dalam sebulan Facebook bisa meraup lebih dari Rp500 miliar, tanpa membayar pajak. Namun di luar masalah pajak, masalah keamanan dalam negeri juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Konten media sosial dan layanan OTT ini juga harus diperhatikan. Jangan sampai berlawanan dengan hukum dan norma susila di sini. Misalnya pornografi dan juga konten LGBT yang sedang ramai di Tanah Air,” terang chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Tumblr bahkan sudah mendapat peringatan untuk segera diblokir oleh pemerintah, karena banyaknya konten pornografi di sana. Masyarakat juga sedang diramaikan oleh kebijakan Facebook yang menghapus tulisan yang menentang LGBT bahkan Menhan Ryamizard Ryacudu sampai angkat bicara tentang bahaya LGBT.

“Kesulitan pemerintah menertibkan konten ini salah satunya juga karena adanya ratusan provider internet di Indonesia sehingga imbauan untuk memblokir konten tidak serta merta bisa langsung efektif,” terangnya.

 


DAILY CARTOON click to enlarge
ANDERTOONS.COM TECHNOLOGY CARTOONS